Sunday, 4 March 2012

Bagaimana caramu menyayangiku, Tuhan?

(sebuah kisah yang entahlah nyata atau tidak, dari account facebook seseorang. selamat membaca ya. jangan lupa siapkan tissue yang banyak karena kisah ini menguras beberapa banyak air mata. silahkan simak (:)


Tak banyak lagi yang harus kuungkapkan ketika melihat halilintar menyambar dimana-mana. Aku hanya bisa terbengong, tak sama sekali berbicara. Inilah aku, Dewi, si cewe pendiam, dan cacat. Aku bukanlah anak yang biasa kau temui, teman! Kini sudah selayaknya aku mendapatkan seorang pria yang menemani dan menyayangiku dengan tulus seperti Ibu.


Kala senja mulai datang, aku tiduran di sebelah malaikat tanpa sayapku, IBU. Ibu menemaniku bermain pesawat-pesawatan dari potongan batang pohon. Dia bercerita, dia mendongengkanku, saat itu aku tersadar akan keadaan Ibuku. Ku lihat air mata menjatuhi pipinya.
"Ibu......Ibuuu.....kkkkenapa?" tanyaku terbata-bata.
"Tidak mengapa, sayang", terpancar lagi senyumnya yang anggun. Aku tersenyum kecut, yang biasa ku lakukan sebisanya demi menghibur Ibu.


Beberapa bulan setelah itu, ibu mengucapkan sesuatu melalui tulisannya yang indah. Walaupun aku tidak dapat membacanya dengan jelas, aku anak cacat tapi dapat mengerti hati Ibu. Namun, mengapa kali ini aku sulit mengerti, Tuhan?! Aku ingin sekali mengerti ketulusan yang akan diucapkan Ibu.


Tiga hari kemudian, Tuhan menjawab pertanyaanku. Seorang lelaki datang ke rumah entahlah siapa yang menyuruhnya. Aku melihatnya dengan dituntun oleh Ibu. Pandanganku kosong, rupanya ialah jodohku! Setiap hari aku selalu ditemaninya.


Ternyata, Tuhan memberikan pilihan lain. Ibu menghembuskan nafas terakhir nya, tepat saat hari kebahagiaanku tiba :" pada saat lelaki pujaanku meminang dan menyatakan cintanya secara terbuka dan resmi. Saat itu, Ibu sedang mengajakku berbicara dan menggandengku menuju kebun. 
Tiba-tiba hujan deras datang, Ibu memayungiku agar terhindar dari serangan dingin dan hujan itu. Namun, Ibu jatuh pingsan. Aku tak mengerti! Namun, Tuhan memberikanku kesadaran yang luarbiasa ku syukuri. Aku yang biasanya hanya terdiam dan tidak me-respond, aku bisa berteriak meminta pertolongan.


"IBUUU.....!!!" Aku mulai menangis saat melihat wajah Ibu memucat, dan tak menemukan denyut nadinya lagi. Ujang, supir pribadi yang kuingat selalu, menolongnya. Ibu tak sempat tertolong, sebab kata dokter Ibu terserang penyakit jantung. Akhirnya, aku menikah di depan jenazahnya yang tak berdaya dan tak berdosa. 


Karena tak kau lihat
Terkadang malaikat tak bersayap, tak cemerlang, tak rupawan..
Namun kasih ini, silahkan kau adu
Malaikat juga tau
Siapa yang menjadi juaranya..


Tuhan, terimakasih Engkau telah memberikanku jawaban yang pasti. Bagaimana Engkau menyayangiku lewat seorang Ibu yang selalu menungguku, menyayangiku, dan seorang pasangan hidup yang Engkau kirimkan agar saat Ibu pergi dan tak kembali, agar aku tak sendiri dan sedih..
Tuhan, terimakasih. Jaga Ibuku selalu Tuhan..

0 komentar:

Post a Comment