Monday, 8 February 2021

8 Februari 2021

Hai,
Pikiranku kemana-mana. Aku harap ga ada orang yg baca ini. Jelas. Aku tulis di sini karena memang aku harap ga ada yg nemuin tulisan ini.

Dari kecil, aku tidak pernah melawan. Bahkan berantem sama kakakku pun aku yg mengalah, apalagi dengan adikku pasti aku mengalah. Hingga aku punya pacar, tetap aku yg mengalah. Akhir-akhir ini, aku mengalah dari orang tuaku, ini hal penting, tapi aku harus ngerelain cita-cita aku demi mengalah dan dapat restu orangtua. Aku pun ga tau kenapa aku bisa jadi orang yg tak pandai berdebat? Padahal aku senang debat. Namun aku lebih banyak mengalah dibanding debat berkepanjangan. Setiap kali menyudahinya, aku selalu menyalahkan diriku, dan menanyai diriku sendiri, "sebenernya ngalah kamu ini tuh apa yg kamu inginkan bukan sih? Ngapain sih kamu ngalah muluuu?". Aku lebih banyak mendam perasaan. Ga banyak orang tau apa yg sebenarnya aku rasakan. Karena yg aku tau, orang lain tidak akan pernah mengerti perasaan aku. Jadi, percuma saja aku beritahu semua yg aku rasakan.

Aku tak pernah merasa sendirian. Hari-hariku selalu bersama saudara, pacar, keluarga, dan teman-teman yg sayang sama aku. Tapi tak satupun orang yg tau betul bagaimana perasaanku sebenarnya. Terdengar drama dan melankolis ya? Begitulah.. hidupku penuh dengan penyesalan.

Dear my self,
Maaf aku belum bisa bahagiain kamu dengan pilihan kamu sendiri. Aku janji, di setiap kamu ngalah sama oranglain, itu ngalah yg baik. Demi kebaikan kamu. Walaupun itu bukan yg kamu inginkan, tapi aku yakin itu butuhkan. Kelak, kamu akan tau hasil dari 'mengalah'mu ini. Mungkin memang tidak instan, langsung terlihat hasilnya. Namun, berangsur-angsur akan nampak bahwa ini kemenangan. Sabar yaa diriku.. jangan kecewa terlalu cepat. Aku yakin kamu punya kesabaran yg luar biasa dibandingkan orang lain di luar sana. Untuk saat ini, aku mau mengakui, bahwa pilihan kamu sudah benar, mengalah. Cheer up!!! Tak ada yg perlu dikhawatirkan. Kabar baik akan selalu datang pada orang-orang kayak kamu, yg selalu sabar.
Pokoknya, cuma diri kamu sendiri yg tau kamu. Walaupun kamu bersusah payah memberitahu oranglain tentang perasaanmu, kamu akan mengerti dan akan selalu ada untuk diri kamu sendiri bukan orang lain.

Terimakasih sudah bertahan! πŸ₯ΊπŸ’œ kamu kuat banget.

0 komentar:

Post a Comment