Saturday, 12 March 2016

Teruntuk TBC

hello, world!
tulisan ini khusus untuk tbc (actually it's not tuberculosis).

teruntuk dea, kiki, tikah, aul, blenda, febby, elya, dizka, irma, nerin, bina, dan adrian, bagus, endy, harits, nopal.

tak terasa, kita sudah di penghujung hari. di mana tempat kita memijak di gedung yang sama, mata kita saling bertatap, masih bersenda gurau tanpa tahu bahwa tinggal hitungan hari yang akan kita lewati bersama akan habis. 

rasanya seperti baru kemarin, aku menginjakkan kelas di lantai 2 pojok sebelah lab fisika. pertama kalinya aku menghirup udara untuk belajar bersama kalian. aku masih ingat sekali. ketika aku baru masuk kelas, kalian sudah bergerombolan membuat lingkaran di depan kelas sedang membicarakan buka bersama se-aksel. dan aku bahagia, kalian sangat ramah padaku saat itu.

pertama kali, ketika masih MOS berlangsung, orang yang paling pertama kukenal adalah dea. kenapa? karena absen kita berdekatan, dan dea duduk berbaris paling depan setelahnya adalah aku. dea.. aku masih ingat percakapan kita saat MOS itu. itu memalukan, dan sangat kaku. kuharap kamu masih ingat.

aku juga masih ingat. waktu kalian menanyakan namaku. waktu kita saling bertanya nama dan asal sekolah. sebentar lagi, kita akan melakukan itu lagi di tempat yang baru. tempat yang kita idam idamkan sejak dulu. tempat di mana cita-cita kita kan terwujud.

walaupun dulu, kelas kita dibilang seperti kuburan, saking sepinya. kita bisa membuktikan, selama 2 tahun ini, kelas kita tidak se-kuburan yang mereka bilang. kuharap mereka menyesal berkata seperti itu.

teman-teman, aku masih ingat ketika kita pertama kali berkumpul bersama bermain truth or dare. kita juga pernah satu kelas lagi punya masalah, kita selesaiin bersama-sama, secara langsung berhadap-hadapan, kita saling mengeluarkan kekurangan teman kita, saling mengeluarkan kelebihannya juga, untuk cerminan diri apa yang masih perlu diubah. nobodies perfect, but i'm perfect with you, guys.

kelak, kita mungkin menjauh, namun hati kita tetap satu. yang bisa kita lakukan nanti hanyalah melihat ke belakang, mengulang memori yang telah diukir bersama, dan akan merindukan masa-masa putih abu-abu ini.

ga ada lagi yang sibuk ngerjain pr pagi-pagi. ga ada tempat karaoke lagi. ga bisa ngintipin orang-orang dari 'jendela kebahagiaan'. ga ada lagi yang bisa diajak rebutan ngerjain soal di papan tulis. ga ada lagi yang bikin kuping pecah. ga ada lagi yang... hhh.. guys, i'm gonna miss you a lot.

sahabatku, ini bukan akhir perjalanan kita. ini justru awal langkah kita. jangan pernah ada kata menyesal untuk mengenalku, karena aku tidak menyesal mengenal kalian dalam hidupku. kita sama seperti anak yang lain, yang punya kenangan di masa SMA.

saat kita benar-benar berpisah. ingat satu pesanku, aku adalah tempat semua curahan hatimu, aku siap menampung semua kisah kasih, canda tawamu bersama teman baru bahkan air matamu. aku senang diganggu dengan cerita kalian. justru aku akan sangat sedih jika aku diabaikan.

mau jadi apapun kalian. aku hanya berharap kalian tetaplah menjadi sahabatku tbc yang kukenal.

jangan menangisi perpisahan ini. sebab ini bukan perpisahan. ini ujian buat kita, kalau kita bisa menjalin persahabatan walau jauh.

aku meminta maaf, karena perilaku ku yang dulu sangat egois terhadap kalian. sangat jutek dan pernah betrayal siapapun itu. semua manusia tidak luput dari kesalahan.

terimakasih semuanya atas kenangan yang telah diukir selama SMA ini. masa SMA tidak akan pernah kita lupakan. walau hanya 2 tahun bahkan mau hanya 1 tahun pun jika bersahabat dengan kalian akan menjadi sangat berkualitas.

semoga kita selalu diberikan yang terbaik. mau universitas dimana pun, asal orang tua dan Allah ridhai aku mendukung. semoga cita-cita yang belum tersampaikan, bisa tersampaikan. ingat satu hal, mau sepinter apapun kamu, kalau Allah bilang 'ngga' ya 'ngga', sebanyak dan sesulit apapun saingan, kalau Allah bilang 'iya' ya 'iya'. we could make plans, but Allah decides.

tertanda,
sahabatmu-yang-tidak-punya-malu.

0 komentar:

Post a Comment