Wednesday, 26 June 2013

Faktor tidak bisa tidur

Hoi. Detik ini, menit ini, jam ini, malam ini, serta hari ini, saya terkena insomnia. Padahal harusnya sekarang udah tidur karena besok pagi gue udah ada planning bareng Nabilla. Ya namanya aja Nabilla, dia akhir-akhir ini gak suka ngaret, dan gak suka matahari. Maksudnya, gak suka keluar siang-siang. Sok elite, memang.

Tumben loh hari ini gue insomnia gak ada yang nemenin. Biasanya sih Nurul, kalo gak kakak gue, kalo gak si Sondi. Tapi, mungkin mereka semua sekarang udah tidur. Kasianlah kalo gue ganggu. Sleep tight ya yang udah tidur :)
Faktor tidak bisa tidur itu banyak ya. Apalagi ABG jaman sekarang. Mau tidur, bangun, belajar, makan, bahkan mungkin mandi yang ada di tangannya pasti handphone. Perkembangan zaman.. Gue setuju apa yang dikatakan di blog-nya Ade, bahwa sinetron-sinetron di Indonesia di zaman sekarang tuh parah ya. Gue pernah nengok sedikit di suatu channel tv, masa di pesantren ngomonginnya cinta-cintaan mulu. Pesantren loh pesantren. Gapapasih, kalo dikit doang atau kalo cuman buat penghibur gitu. Tapi, pemeran utamanya ituloh. Ckck. Gue gak mau ngelanjutin lagi deh. Sama aja gue ngejelekin agama gue sendiri dong? Naudzubillah..

Kembali ke topik permasalahan.
Kalo guesih, gak bisa tidur karena hari ini hari libur. Jadi pikirannya tenang. Besok mau bangun pagi atau siang juga gapapa. Asalkan sih gue pernah baca, tidur yang lebih dari 9 jam itu lebih berisiko mempunyai kolesterol yang tinggi dibanding tidur yang kurang dari 9 jam. TAPI, jangan terlalu sering juga buat begadang ya, apalagi susah tidur. Itu harus diatasi. Karena future gue mau jadi dokter. Asek. Ininih, gue mau nge-share faktor umum penyebab kurang tidur (cc: google-ing):
1. Pola tidur yang tidak konsisten.
Untuk kualitas tidur yang baik sangat penting untuk pergi tidur dan bangun pada kira-kira waktu yang sama setiap hari. Banyak orang memiliki kecenderungan untuk terjaga sampai sangat larut dan bangun sangat terlambat pada hari-hari mereka libur, ini yang mengganggu pola tidur yang normal. 

2. Makan makanan berat terlalu dekat dengan waktu tidur.
Tubuh anda membutuhkan waktu untuk menyelesaikan proses pencernaan, dan jika anda makan malam anda terlalu dekat dengan waktu tidur anda akan mengalami kesulitan tidur. Sementara jadwal kerja kadang-kadang dapat mempengaruhi proses ini, terutama mereka yang dapat bekerja baik full-time dan bekerja paruh-waktu tanpa istirahat, makan terlambat pasti akan memiliki efek yang merugikan pada kemampuan anda untuk tertidur. 

3. Tidur dalam keadaan lapar.
Ini adalah sesuatu yang banyak orang berusaha untuk dilakukan, terutama ketika mereka mencoba untuk menurunkan berat badan, dan merupakan salah satu hal terburuk yang dapat anda lakukan untuk kualitas tidur. Alih-alih dapat menurunkan berat badan, yang ada anda akan merasa sulit tidur karena perut lapar dan keroncongan. 

4. Menunggu selelah mungkin baru tidur.
Meskipun kelihatannya masuk akal untuk menunggu sampai anda lelah untuk pergi tidur, anda tidak sabar untuk menunggu sampai anda benar-benar capek atau anda akan mengalami kesulitan tidur.

5. Terlalu banyak tidur.
Hal klasik ini bisa dilihat jika anak-anak suka tidur siang hari, malam harinya kebanyakan susah tidur. Hal tersebut juga bisa terjadi pada orang dewasa. Tubuh kita memerlukan waktu tertentu untuk beristirahat. Jika terlalu lama kita dalam kondisi istirahat, lecutan syaraf untuk memulai impuls syaraf juga lambat reaksinya, sehingga otot juga lama reaksinya terhadap aktifitas motorik. 

6. Merokok.
Nicotine pada rokok adalah substansi yang bertanggung jawab terjadinya insomnia pada beberapa perokok. Nikotin merangsang jantung berdetak lebih cepat. Nadi lebih kencang, karena aliran darah ke otak juga terisi lebih cepat. Rasa lelah/kantuk hilang. Dan tubuh menganggap dirinya masih terjaga/bekerja. 

7. Banyak mengkonsumsi kafein.
Konsumsi kafein telah dikaitkan dengan gangguan tidur, termasuk insomnia, karena efek fisiologis saja. Meskipun insomnia dapat disebabkan oleh banyak faktor lain seperti masalah kejiwaan, stres, obat-obatan atau alkohol, kurang olahraga, kebisingan yang berlebihan atau cahaya, dan penyakit fisik tertentu, telah ditemukan bahwa konsumsi kafein adalah penyebab paling umum dari gangguan tidur. 

8. Suhu ruangan/badan terlalu panas atau terlalu dingin.
Suhu tubuh bervariasi antara individu antara 36.2-37.8C. Lingkungan, apa yang kita makan, bagaimana kita merasa dan seberapa aktif kita semua faktor yang juga mempengaruhi tidur kita. Ada perubahan suhu tubuh pada siang hari dengan suhu terendah di pagi hari.Hipotalamus di otak mengatur suhu tubuh dan darah dikirim ke kulit dan tubuh berkeringat ketika terlalu panas. Menjadi terlalu panas atau terlalu dingin pada malam hari akan merangsang otak, sehingga masuk akal untuk mencoba dan mengatur suhu badan untuk tidur nyenyak di malam hari.Terlalu dingin juga akan mempengaruhi bagaimana mudahnya anda tertidur dan kualitas tidur. Cahaya, pakaian hangat dapat membantu anda tetap hangat dan dapat dimatikan lampu jika anda menjadi terlalu panas. 

9. Ketidakmampuan untuk bersantai setelah pergi ke tempat tidur.
Banyak orang membawa masalah pekerjaan, atau masalah keseharian ketika dia beranjak tidur. Problematika hidup, susah senang, masa depan dan penyesalan sering dibawa ke tempat tidur. Hal ini akan mempersulit tubuh merasakan rileks dan memulai untuk tidur nyaman. Sebaiknya anda melupakan masalah hidup anda sejenak agar tidur bisa cepat dimulai. 

10. Kurangnya latihan.
Walaupun anda tidak ingin melakukan terlalu banyak hal dekat dengan waktu tidur, sedikit latihan ringan dapat membantu anda bersantai dan membantu anda tertidur. Cobalah berjalan-jalan diluar 10-15 menit sebelum tidur.

Orang mungkin banyak memiliki faktor susah tidur, namun sepuluh faktor diatas adalah yang paling umum dan sering terjadi. Segera cari tahu apa penyebab insomnia untuk menghilangkan susah tidur anda, jangan sampai terlalu lama anda mengalami insomnia atau susah tidur agar tidak menimbulkan penyakit lain. Nah, bagaimana? Pola makan juga sebagai faktor penyebab susah tidur loh. Menurut gue sih, penyebab gue susah tidur sekarang itu nomor 1, bener banget. Kalo liburan tuh pola tidur gue malah berantakan, jadi bodo amat sama kesehatan. Soalnya liburan itu cuman mentingan hiburan doang. Yakan? Oke, gue akan tobat. Nomor 2 sama 4 juga gue banget. Tadi gue abis makan nasi goreng, mungkin itu penyebab makanan beratnya ya. Kalo nomor 4, bener jugasih. Gue belum terlalu ngantuk atau capek, buktinya gue masih bisa main laptop selarut inikan?
Bagi guesih, penyebab gue susah tidur cuman itu. 

Hoooam. Udah dulu ya. Kalo makin malem tidurnya planning gue bisa gak jadi lagi kayak tadi gara-gara tadi pagi gue bangunnya kesiangan, hehe. Maafya Bibel, gue khilaf gak akan begadang lagi demi kita :* (???)


Goodnight. Jangan lupa baca doa ya, supaya Allah ngelindungin kalian :)

Tuesday, 25 June 2013

Ketika orang sedang melakukan sesuatu, kita hanya bisa menilai

Setiap orang punya hak masing-masing untuk menentukan tujuan hidupnya masing-masing. Gue beruntung punya kedua orangtua, serta ketiga saudara yang bener-bener saling ngedukung masing-masing cita-citanya.

Mungkin sebagian orang merasakan hal yang sama seperti gue. Habis melakukan sesuatu, terus ada seseorang yang mirip melakukan hal yang sama dengan kita. Ya, kita hanya bisa menilaikan? Bokap gue pernah bilang, lebih baik jadi pemain daripada penonton. Tapi, menurut gue, kalo pemainnya itu sudah pernah jadi penonton sebagai penonton si pemain lalu mencontek hal yang dilakukan si pemain mah itu namanya gak kreatif dong~ so, think again before do.. :)

Tapi, gue tidak mementingkan seorang plagiat. Gue terus berjalan lurus tanpa menengok ke orang tersebut sambil terus mengeluarkan hasil karya yang berbeda. Kita dilahirkan untuk sukses pada jalannya masing-masing, kan?


Tanpa rehan, hidup gue gak akan mengenal kejayusan, dan lelucon si anak kecil yang udah bisa main tab sendirian. Dan tanpanya, gue gak bisa jadi pengajar sekaligus penghajar yang baik untuk dia, selain dia butuh ajaran, dia juga butuh hajaran loh -_- sebenernya ini gak patut untuk gue publikasikan. Tapi, gue bangga kok sama rehan. Dia akalnya cerdik, ya walaupun cerdiknya cerdik 'anak TK'. Hehe.




Tanpa sultan, gue gak akan bisa ngasih contoh sebagai kakak yang baik buat dia, supaya dia ngasih contoh yang baik pula ke adeknya. Dan, bikin gue mandiri dengan sendirinya. Sultan itu emang satu-satunya adek ideal gue. Enak diatur, enak diajak kerja sama, pokoknya layaknya seperti saudara laki-laki yang lebih mudalah. Ya, walaupun banyak ajaran dan hajaran gue yang kurang bermakna untuknya. Tapi, gue tetep bangga sama dia.










Tanpa iso, gue gak akan bisa nyontohin kebaikan sebagai kakak yang super baik & seru untuk adek-adek gue. Dikala gue kesepian, beliau nemenin gue. Dikala gue gak ada duit untuk keperluan yang mendesak, beliau yang paling pertama gue cari. Beruntunglah gue jadi anak tengah-tengah, gue contoh kebaikan kakak gue, selanjutnya gue kasih contoh untuk adek-adek gue, dan yang buruknya, buang aja. Simple.








Tanpa mama sama papa, gak ada tempat gue mengadu, gak akan kenal lelah meminta, dan tanpa mama sama papa pula, gue gak akan kenal kasih sayang dan cinta kasih yang luarbiasa dari kedua orangtua yang membesarkan gue sampai bisa seperti ini. Gue gak tau harus berterimakasih kayak gimana sama beliau, gak tau juga gue harus bales budi kayak gimana sama beliau. Tapi, yang selalu gue bingungin, mereka selalu bangga apapun hasil yang udah diusahain anak-anaknya. Padahal hasilnya gak seberapa, dan mereka yang harus lebih dibanggain dibanding anak-anaknya. I love them because Allah swt. :")



Dan, tanpa temen-temen gue. Gue gak akan kenal kata bullying. Mereka semua penyemangat gue. Mereka hampir sama perannya dengan kakak gue. Walaupun sebenernya lebih sering bersenang-senang sama mereka daripada sama kakak gue.


Tanpa mereka semua, mungkin hidup gue layaknya orang normal biasa. Normal itu udah biasa~ ya kan? Mereka semua penyemangat hidup gue. Yang bisa merubah hidup gue jadi luarbiasa. Dan juga, penyemangat gue untuk raih cita-cita. Cita-cita itu untuk diraih, bukan cuman diimpikan, bukan hanya dijadikan angan-angan pula. Bokap gue sering banget ngomongin cita-cita. Semakin kesini, gue makin tau, apa yang diinginkan orangtua kepada anak-anaknya. Ya, orangtua mau anak-anak mereka sukses dunia-akhirat, amin. Bokap juga selalu bilang, kalo beliau tuh bakal sedih kalo diantara 4 orang anaknya ada yang gak sukses kelak. Mungkin itu alesan gue rajin belajar. Orangtua gak pernah bikin gue sedih, masa gue tega bikin sedih orangtua?
Bukannya sombong. Gue punya orangtua gak kayak orangtua biasanya. Yang selalu maksain anaknya rajin rajin rajin dan rajin belajar. Nggak. Gue yang punya pendidikan, gue yang punya otak, kenapa harus disuruh? Yang mau sukses kita, bukan orangtua doangkan?
Orangtua gue gak pernah maksain untuk rajin belajar, cuman orangtua gue ngingetin untuk rajin belajar. Beda, bukan? Malahan ya, justru belajar yang bukan karena paksaan itu lebih bermakna dan cepat masuk ke otak. Terus, lebih ikhlas pula.

Oh iya, bokap juga pernah cerita, by the way, maaf ya, ini tokohnya lebih banyak bokap. Soalnya beliau itu penerang masa depan gue banget. Jadi, katanya, ada anak yatim yang hidupnya kurang berkecukupan, dan punya cita-cita tinggi, cita-citanya itu dia mau sekolah di Jepang. Menurut logika, anak itu bagaimana caranya buat sekolah di Jepang coba? Tapi, anak itu gak gampang putus asa, dia nanya ke ibunya, bagaimana caranya supaya bisa sekolah di Jepang? Sedangkan mereka hidupnya tidak berkecukupan. Ibunya bilang, kalo mau sekolah di sana, syaratnya cuman minta sama Allah dengan cara solat tahajud setiap malam, dan tak lupa rajin belajar sebagai bukti usahanya. Akhirnya anak itu setiap malam solat tahajud untuk meminta dikabulkan cita-citanya. Nah, selang beberapa tahun.. pas lulus SMA, dia dapet beasiswa untuk melanjutkan sekolahnya di Amerika, dan lulus S1 di sana. Setelah dapet beasiswa dan sekolah di sana, dia dapet beasiswa lagi untuk melanjutkan sekolah sarjananya ke sebuah negara (bukan Jepang) dan lulus S2 di sana. Dan akhirnya, untuk lulus S3 dia dapet beasiswa lagi, dan kali ini ke Jepang. Walaupun bertahun-tahun baru terkabulkan, dia gak sia-sia. Anak yatim seperti dia bisa ke luar negeri, keliling-keliling cuman untuk menuntut ilmu. Yoi kan? Punya cita-cita setinggi itu, dan terkabul, malah dapet bonus keliling negri. 

Allah itu Maha Adil loh. Barangsiapa yang mau berusaha dan berdoa, dia akan mendapat balasannya. Kepastian cuman ada di tangan Allah. Kun fayakun.. Jadi maka jadilah.

Nah, apa yang sudah kita dapat? Banyak. Yang simple-nya sih gini, kalo usaha tanpa doa itu sombong, kalo doa doang tanpa usaha itu sama aja boong.
Menurut guesih cukup sampai sini saja ya. Wassalamualaikum! :)