Sunday, 22 April 2012

Minggu menjelang libur!

Oi! Apa kabar nih? Ah, nanyanya kabar mulu gue ya? Yaudah deh lagi ngapain nih? Eh pasti jawabnya lagi sibuk baca blog gue, ah terserahlah pokoknya begitulah. Besok gak kerasa ya udah libur aja, jadi bingung mau ngapain. Guesi maunya puasa *EAKK!*. Wkwk. Pokoknya buat kakak gue dan semua kakak-kakak yang besok UN, semoga SUKSES 100% dan nem-nya tinggi-tinggi, bisa masuk sekolah yang diinginkan, amin ya rabbal'alamin o:')

EH! Laki-laki yang sekelas sama guee. Masayaa, gue suka sama temen lo:| eh?kcplsn. Sngja-_- hehe.

Hari ini gue mau cerita tentang kisah yang pokoknya pernah gue baca di suatu website, jadi itu ada cerita tentang “Kembalikan tangan Dita!” Uh, man! Sedih:' banget. Sebelum mulai ambil kotak tissue kalian dulu gih! Baru lanjut baca ya, silahkan simak.
TIN TIN!
Dita dan ibunya keluar rumah, mereka berdiri di teras, ibu membuka pagar. Ternyata itu adalah ayah. Wah! Dita tampak senang melihat ayah pulang dengan membawa mobil barunya. Lalu, ayah keluar dari mobilnya dan disambut oleh ibu dan Dita. Dita mencium tangan ayah. “wah, ayah membawa mobil baru. Asyik!” Dita kegirangan. “Iya. Dita senang ya?” seru ayah sambil melepas dasi dan memasuki ruang tamu, “senang yah” sambil tersenyum manis, Dita melihat ayahnya yang kecapekan. “yasudah, ayah istirahat dulu ya”. Ayah pergi ke kamarnya dan beristirahat.

Selama ayahnya istirahat, Dita menuju mobil ayahnya dan di sisinya ada sebuah palu, iya menggoreskan gambar-gambar di mobil ayahnya itu, sehingga banyak sekali goresan yang parah di mobil ayahnya. Pembantu yang berada di rumah selama itu tidak melihat kejadiannya. Sampai pada saat pembantunya melihat, ia sangat terkejut. Ia tau pasti ini kerjaannya Dita, pembantu itu berusaha menutupi goresan di mobil supaya kedua orangtua Dita tidak mengetahui kejadian itu. Dan pada saat kedua orangtua Dita ingin bekerja mereka melihat goresan yang sangat parah itu, dan ayahnya memanggil pembantu itu.
“Mba! Mengapa mobil saya jadi banyak goresan seperti ini?!” kata ayah memarahi pembantu itu.
“saya tidak tau pak” pembantu itu menutup-nutupi semuanya supaya Dita tidak kena marah.
“kamu kan yang seharian di rumah! Kenapa tidak tau!? Kemana saja kamu?” kata ibu juga ikutan marah.
“saya memang di rumah, tapi saya tidak tau siapa yang menggoresi mobil bapak” kata pembantu itu mulai takut.
Tiba-tiba, Dita datang ia terlibat dalam percakapan itu.
“itu Dita yang gambar, yah. Baguskan? Gambar Dita bagus kan, bun?” kata Dita sambil tersenyum seperti tak mengerti apa-apa.
“mengapa kamu menggoresi mobil ayah?! Kamu ini harus diberi pelajaran!”, ayah mengambil palu yang bekas Dita gunakan, ia memukuli jari tangan Dita hingga memerah. Ibunya yang sama-sama marah juga ikutan mengomeli Dita. Pembantunya tidak tega melihat kelakuan kedua orang tua Dita, ia ingin melarangnya tapi ia takut.

Setelah dipukuli, Dita ditolong oleh pembantunya. Kini tangannya memerah. Pembantunya bingung harus mengobatinya dengan apa, akhirnya ia mengobatinya dengan obat seadanya.
Beberapa hari dan lama-kelamaan Dita mendadak nge-drop sakit. Selama Dita sakit, ia tidur di kamar pembantunya dan ditolong oleh pembantunya. “Bu, Dita demam” kata pembantu itu, dengan remeh ibu Dita menjawab “beri saja ia obat”. Tapi lama-kelamaan penyakit demam Dita makin-makin dan pembantunya pun akhirnya mengatakan kepada kedua orang tuanya bahwa Dita demam parah. Panasnya tidak turun-turun. Pembantunya mengatakan semua itu dan kedua orang tuanya membawa Dita ke rumah sakit.
Di rumah sakit, dokter berkata “bu, pak, penyakit Dita sudah parah. Semua jari Dita harus diamputasi”.
“hah? Diamputasi?” kata ibu Dita terkejut.
Ayah Dita yang mendengarnya langsung terkejut, ibu Dita menangis.
“mengapa harus diamputasi, dok?” kata ayah Dita.
“Jari-jarinya sudah membusuk, tidak berfungsi lagi. Dan satu-satunya jalan hanya diamputasi” kata dokter itu kembali.
Ayah dan ibu menyesali perbuatan mereka.
Setelah operasi, Dita melihat jari-jarinya kini tak ada.
“ayah, Dita minta maaf, yah”, permintaan maaf Dita tak membuat respon apa-apa.
“ayah, Dita janji tidak akan mengulanginya lagi. Dita minta maaf, yah” kedua kalinya tidak ada yang merespon, sampai ibunya menangis.
“yah, Dita kan udah minta maaf. Kembalikan tangan Dita, yah”.

-Tamat-

HIYAKK! Jangan nangislah wkwk. Bagaimana ceritanya? Tidak sedap ya? Mau yang sedap? Makan sarimi isi dua aja!-_-
Pokoknya dari inti cerita tersebut itu berfikirlah terlebih dahulu sebelum melakukan, kalo tergesa-gesa bakal bisa menyesalinya bahkan bisa sampai merenggut nyawa loh! Kalo menurut cerita yang pernah gue baca yang sama seperti cerita gue tersebut (ceritanya akang), itu ayahnya sampai bunuh diri karena menyesali perbuatannya yang mencelakakan anaknya. Makanya, sekarang berhati-hati dalam melakukan ya. Penyesalan pasti selalu datang terakhir! Kalo penyesalan datang selalu pertama pasti setiap orang selalu beruntung. Kesempatan hanya sekali, kalau melakukannya dengan tidak berfikir terlebih dahulu bisa hilang kesempatannya. Padahal ya, kalo mobilkan bisa dibeli lagi atau diservice, nah kalo jari tangan? Emangnya bisa numbuh lagi ya? Dikira kuku apa-_-. Semoga orang tua gue gak setega itu ya Allah. Tapi, orang tua gue mah yang terbaik{} orang tua gue lebih baik dari orang yang paling baik. Mereka selalu gue mintain uang padahal hanya untuk melengkapi perut gue doang, padahalkan gue udah bawa tempat makan, air minum, lah kurang apalagi? Huft, patut bersyukurlah. Terimakasih banyak :’)

Eh eh, ngomong-ngomong masalah orang tua, gue itu waktu SD pernah curhat sama nyokap tentang.........tmnsklsgwskrg. Pokoknya bukan yang gue suka, pokoknya waktu SD tuh gue deket banget sama dia, itu sebelum masuk SMP. Peralatan ini-itu buat MOS selalu nanya ke gue, gue agak gimana gituya, namanya aja masih SD, udah langsung aja nge-fly. Ya kan waktu itu lagi liburan setelah UN, jadinya gue udah jarang ketemu lagi sama temen SD jadi gak bisa curhat. Dan hp gue jadi rame karena itu anak sms gue mulu karena dia bilang kalo dia lagi bete. Oya, dia kan waktu itu masih single makanya dia masih memerlukan gue, wkwk. Gue curhat ke nyokap tuh sampe nyokap bilang kaloorang itu cuman mau jadiin gue temen smsnya, selama dia baik mendingan guenya juga baikin dia, selama dia jahat ya gue hanya bisa diam K. Inti dari amanahnya nyokap itu gue harus positive thinking jangan merendahkan diri dulu. Ayo, semangat! HUH HAH! Loh jadi gini ya.

EIYA! Tadi gue liat emm.. gajadi deh. Yang penasaran tanya guenya langsung ya, gue abis ngeliat apa. Ya pokoknya something lah! Soalnya juga tadi gue abis ngeliat foto itu (eh?)  langsung secara tiba-tiba tertata bersampingan dengan fotonya si onoh, ya begitulah gue dan anggun ngakak gara-gara perbedaan dan perbandingannya itu antara 1:100, ckck. Parah banget nih gue. Penghinaan luar-dalam. Abodoa!-_-

Eh, gue pengen nanya deh, (nanya apa?) gue pengen nanya pernah gak minum energen? (ya pernahlah!), kalo yang belum pernah berarti ndeso ya! Wkwk. Enakloh energen tanpa diseduh wkwk, tapi kadang-kadang bikin batuk-batuk kalo ke hirup, ckck. UDAH AH! Promosi mulu daritadi gue. Mendingan gue cerita aja ya! EAK DAH langsung pada seneng-_- wkwk. Etapinya gue mau cerita apa? *penonton kecewa*, berhenti! Jangan kecewa kepadaku;;) wakak apadeh gue. Gue gak jadi cerita deh, lagian penontonnya kecewa sih. Yasudah. SELAMAT TIDUR, SELAMAT MAKAN, SELAMAT MEMBACA KEMBALI, SELAMAT UN, SELAMAT DALAM PERJALANAN. Semoga kalian diberi kesehatan, diberi rezeki, insya Allah tambah dewasa, tidak meninggalkan solat 5 waktu, rajin wudhu (loh?), rajin belajar, rajin mandi (LOH!), rajin sikat gigi, rajin mengaji dan rajin menabung, AMIN! (yang gak amin nanti gak kesampean loh!).

0 komentar:

Post a Comment